Wednesday, February 22, 2012

New Domain and Start Writing Specifically

Sekarang blog ini sudah seperti rumah kedua buat saya. Semua isinya adalah tentang saya. Dan itu berarti, saya harus lebih giat menulis. Selain itu, saya juga harus menulis dengan lebih spesifik, agar blog ini semakin menarik minat para pembaca. Sejauh ini, saya melihat update blog ini yang dominan dalam bidang perbukuan, sastra, seni musik, band, film, dan seni lainnya. Saya pun semakin giat me-review acara musik dan acara-acara kesenian lainnya. Seperti halnya acara wayang yang sempat saya ulas di posting-an ini.

Di samping itu, saya juga tidak lupa untuk terus curhat. Hehe. Selain posting yang menyangkut seni, saya juga posting tentang kehidupan sehari-hari. Itu untuk intermezzo saja. Intinya, blog saya ini sudah saya dedikasikan untuk kesenian, baik modern maupun kontemporer. Utamanya menyangkut buku dan musik. Ditunggu saja nanti posting lainnya tentang hal-hal semacam itu. 

Dan sekian saja, ramah tamah dari saya kali ini.
Ini hanya sekedar posting pengisi untuk memulai segala aspek spesifik di dalam blog ini. Karena blog ini juga menjadi rumah kedua, dan akan semakin spesifik, maka saya membelikan alamat khusus untuk rumah maya saya ini.

Ini diaaaaaaa >> http://ayuwelirang.com/

Saya hari ini sedang senang, karena akhirnya, rumah kedua saya punya alamat sendiri! Dan setelah berkutat dengan DNS yang membingungkan, saya pun akhirnya menikmati singgah di alamat sendiri. Terima kasih untuk dapurhosting sebagai penyedia layanan custom domain dan kepada Mbak Ratu sebagai CSO di dapurhosting. 

Oke, sekian saja prakata dari saya, dan semoga ke depannya, kalian akan lebih sering berkunjung yaa. ^^

Salam,

Ayu

Monday, February 20, 2012

Kisah Mug Baru dan Kopi Liong

Akhirnya selesai juga kuliah semester ganjil ini. Ujian yang melelahkan. Belum lagi sangat menggetarkan saya dari seluruh anggota badan, mulai otak sampai jari-jari, karena saya belum makan siang. Jadi jari saya harus dipaksa menulis di kertas jawaban yang pertanyaannya sangat sulit. Ya sudah, toh ujian ini sudah berakhir dan saya harus siap untuk menyongsong tahap selanjutnya.

Sepulang dari kampus, sekitar pukul tiga sore, saya langsung mengajak kedua teman perempuan saya di kampus untuk ikut ke Situ Gintung. Mereka sepertinya belum tahu seluk beluk Situ Gintung. Padahal, tempat itu tidak jauh dari kampus dan sempat menjadi objek wisata di Banten, sebelum bendungan Situ Gintung hancur dan menenggelamkan kawasan di sekitarnya. Nah, sampai di Situ Gintung, teman-teman saya berfoto dan saya menjadi tukang foto. Setelah itu, saya mengantar salah satu teman ke Giant, untuk mengambil uang. Sambil menunggu, saya melihat-lihat tempat dijualnya peralatan rumah tangga dan mata saya langsung tertuju pada kumpulan mug yang cantik sekali. Ah, ini dia yang saya cari. Dan rupanya, sedang ada diskon untuk mug-mug tersebut. Saya sedang ingin menyeduh kopi dengan sempurna, di dalam mug keramik yang indah warnanya. Akhirnya, saya memilih dua mug kopi yang berwarna biru dan hijau. Yang biru untuk saya dan yang hijau untuk Mr.Z Gondrong. Saya membeli kedua mug itu dengan harga 7800 rupiah. Itu berarti, satu mug kopi hanya berharga 3900 rupiah. Murah bukan?

Setelah membeli mug, saya berpamitan dengan teman yang ingin pulang dan segera menuju ke daerah belokan Situ Gintung. Saya pergi ke tempat reklame dan percetakan Mr.Z yang baru. Di sana saya mendapati dirinya sedang asyik merenung sambil menopang dagunya dengan tangan di atas meja reklame. Saya menyeberang dan mengagetkan dia yang sedang merenung. Hehe. Iseng, ya biarlah. Daripada dia merenung entah kemana arahnya.


Thursday, February 2, 2012

Oops For Januari 50 K!

Sebenarnya, saya bisa saja menyelesaikan Tujuh Divisi tepat waktu. Hanya saja, jadwal menulis saya agak kacau karena sebuah acara musik persaudaraan di Surabaya yang mengharuskan saya untuk datang. Jadilah, saya berangkat ke acara tersebut. Pada tanggal 28 Januari saya berangkat dengan kereta Gaya Baru Malam Selatan dan sampai di Surabaya pada hari Minggu, 29 Januari 2012 sekitar pukul tiga pagi. Di sana, saya ingin sekali menulis, sampai mencari warnet untuk menulis posting terakhir saya yaitu Tujuh Divisi Part 17.

Dan karena saya baru bisa pulang tanggal 30 Januari, sekitar pukul 12 malam dengan kereta barang ekspres (hehe, duit saya nggak cukup buat bayar kereta meskipun ada kartu ATM), saya pun baru sampai di stasiun Senen dengan turun koboy, sekitar tanggal 31 Januari pukul empat sore. Dan saya tidak langsung menuju kontrakan, melainkan menuju ke rumah seorang teman untuk numpang menginap, di daerah Rawabelong. Ya sudah, saya pasrah saja kalau akhirnya saya tidak bisa mendapatkan badges Win for Januari 50K. :)

Yang jelas, saya sudah sangat bangga dengan prosesnya. Belum pernah saya menulis fiksi berbentuk novel, dengan rinci dan sejauh ini. Saya biasanya hanya mentok di beberapa bab, sebelum akhirnya benar-benar malas untuk menulis. :D

Ya sudah, dengan sangat bangga, saya akan memasang badges di bawah ini:
OOPS!
Ya sudah, berarti dengan ini, saya mengakhiri posting coretan novel saya sampai sini saja. Saya berniat untuk melanjutkannya sampai selesai dan segera mengirimkannya ke penerbit yang cukup bonafit. :)

Terima kasih buat Kampung Fiksi, Januari 50K, Kak Gratcia Siahaya, Kak Haya Nufus, Teh Tetra Lala, Dya Ragil, dan kakak-kakak lainnya di Januari 50K.

Semangat Menulis!!!

-Ayuu-