Tuesday, March 20, 2012

Sotoji, Instan Dan Sehat Untuk Anak Kost

Saya baru tahu ada lomba ini dari beberapa teman yang menulis tentang sotoji. Saya coba mencari info dan sampailah ke komunitas blogger Depok. Saya mencari-cari dan ternyata, saya bisa memesan sample sotoji secara cuma-cuma. Saya pesanlah sotoji dan sabar menunggu.

Sehari, dua hari, sampai tiga hari sejak pemesanan, sotoji yang saya inginkan belum juga datang. Sampai pada hari Senin (19/03) pagi, ada sebuah paket yang dibawa oleh salah satu teman saya di kantor.

"Yu, ada paket nih," katanya.

Setelah mengingat-ingat kalau saya tidak membeli buku online atau barang lainnya secara online, saya baru sadar, inilah sotoji yang saya tunggu-tunggu. Horeeeee. :D


Saturday, March 3, 2012

Batik, Canting Versus Printing

Batik Indonesia adalah warisan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Ada berbagai macam motif batik yang dipadukan dengan pakaian-pakaian tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia. Semua itu adalah hal yang harus dilestarikan oleh bangsa kita sendiri. Yang menjadi pertanyaan adalah, pedulikah kita terhadap warisan budaya tersebut?

Batik itu adalah ciri khas yang unik karena tidak ada lagi negara selain Indonesia yang mempopulerkan batik. Sayangnya, saat ini, orang-orang Indonesia sendiri seperti tidak peduli dengan warisan leluhurnya yaitu batik Indonesia. Banyak batik-batik yang beredar dan malah dibuat oleh orang luar. Mereka seperti ingin mencari celah untuk memiliki budaya Indonesia. Wah, jangan sampai terjadi hal seperti itu. Indonesia ini kaya akan budaya, tapi orang-orangnya tidak peka terhadap budaya mereka dan malah mengagungkan budaya luar. Padahal, batik bukanlah hal yang kuno. Batik saat ini sudah bisa dipadupadankan dengan pakaian modern, dengan model-model pakaian yang berbeda. Bukan hanya kain batik yang disampirkan di tubuh kita, tapi sudah menjelma menjadi pakaian siap pakai.

Pemahaman mengenai batik, sempat didapat dari artikel yang juga ditulis di sini. Ketika sedang berada di Kinokuniya, buku berjudul Canting karya Arswendo Atmowiloto mencuri perhatian. Di antara deretan buku-buku bertema cinta dan semacamnya itu, buku Canting sangatlah berbeda. Yang miris adalah, kenapa buku seperti itu ada di bagian paling bawah? Wah, padahal kalau dibaca isinya, pastilah akan sangat bangga dengan apa yang terkandung dalam buku itu.