Wednesday, April 24, 2013

Mengakrabi Burangrang Kembali

Saya menulis dalam kondisi pernafasan yang luar biasa mampet. Hehehe. Pasalnya, hari Minggu lalu, saya menyempatkan diri untuk sowan ke salah satu gunung di tempat saya besar, Burangrang di Cimahi. Mendapati pemandangan yang kadang terlihat kadang tidak, pulangnya saya malah diguyur hujan tak henti. Oh, jejak pun tersaput air mengalir dari sepanjang jalur penuh lumpur. Tapi, cukup tenang membayangkan Burangrang pada waktu itu kosong, jauh dari bising, dan cocok untuk merenung atas nama 'Hari Kartini'. Dari atas sini, setiap perempuan boleh bermimpi, dengan semangat seorang Kartini yang penuh mimpi.

Kartono dan Kartini :D
Berangkat berdua dengan kawan perempuan, disambut oleh seorang kawan lelaki di kaki Legokhaji, saya pun mulai berjalan. Sedikit tracking ringan melalui ladang penduduk, sebelum akhirnya memasuki vegetasi yang cukup rapat. Hutannya masih asri, khas gunung-gunung Jawa Barat. Meskipun gunung ini tak begitu tinggi, namun jalan-jalan terjal dengan duri tanaman di kanan kiri cukup mengobati saya akan kerinduan mengasah adrenalin. Perempuan boleh bermimpi, perempuan harus berani.

Sekitar dua setengah jam pendakian, saya sampai pada tugu Burangrang, titik elevasi dua ribu lima puluh meter di atas permukaan laut. Awan masih cerah, meski menutupi pemandang kota Cimahi dan sekitarnya. Kadangkala, matahari mengintip di atas kepala. Dan ketika terdengar gemuruh, saya memutuskan untuk turun saja. Singgah di Burangrang sekedar makan siang dan berkontemplasi dalam renungan panjang. Sudah cukup? Tentu belum. Mungkin, kalau saya sempat, saya akan mampir lagi. Ya, mengakrabi Burangrang kembali setelah sekian lama, semacam menemukan rumah yang telah lama berpindah. Sejak saya sering melakukan perjalanan, saya hampir tak bisa menemukan definisi rumah, karena bagi saya, rumah adalah di mana hatimu berada.

Mungkin, cuma itu yang bisa saya ceritakan di hari ini. Semangat Kartini, terbawa sampai Burangrang yang sepi. Selamat menikmati imaji kali ini! :)

Burangrang dari desa Tugu Mukti

jalan lagi

pose ala Soe Hok Gie di tugu puncak :)

Kartoni, eh... Kartini :D

apa ini yaa? :/

Nah, warga Bandung dan Cimahi khususnya, berminat mengakrabi Burangrang? Silakan saja. Ancer-ancernya mudah sekali. Dari terminal Pasar Atas Cimahi, naik angkutan kota yang warna kuning (kuning saja ya bukan yang kuning hijau), ke arah Cisarua. Nanti ketika sampai SPN (Sekolah Polisi Negara) Cisarua, turun. Ada jalan di sebelah kiri yang ramai, itu pasar. Nanti kalau ada pick-up, bisa menumpang dan bilang mau turun di Legokhaji. Mudah bukan? Yaaaa, kalau sulit, anggap saja mudah. Hehehe. Kalau kesulitan untuk berandai-andai, silakan kontak saya di sini.

Selamat mendaki, selamat berjalan-jalan! :D

18 comments:

  1. Sunrise di burangrang juga bagus teh..

    Selamat hari kartini..*eh udah telat ya..He

    ReplyDelete
  2. yaampuuunn berani benar di tugu puncak gitu, gak takut jatuh ya buk? heheh..

    selamat hari Kartini, moga kita bisa mengikuti jejaknya.

    anyway masih belum pulang ke rumah kah?? :D

    ReplyDelete
  3. @satubumikita iya bagus, cuma males camp jadi tektok doang :D

    ReplyDelete
  4. @.: diah :. sebenarnya takut, tapi diberanikan sajaaa... hehe... selamat hari Kartini. :)

    ReplyDelete
  5. Kayaknya menantang sekali...

    ReplyDelete
  6. @Fauzul Andim menantang, tapi saya gak punya maksud untuk sengaja datang menantang angkuhnya gunung :)

    ReplyDelete
  7. We are writing you from Habitat Parisien, we really like your blog we will keep updated would you like to come and see our page? we followed yours...

    http://habitatparisien.wordpress.com

    ReplyDelete
  8. Enaknya ya masih muda, hihihi.. *kretekin dengkul*
    Met hari Kartini ya ;)

    ReplyDelete
  9. @Della iya Mama, mumpung masih muda, jalan terus daaah. :D

    ReplyDelete
  10. Burangrang ....gunung legendaris ...gunung pertama yang saya kunjungi sampai puncak..., tempat pelarian di akhir minggu. Merupakan gunung tempat latihan kopassus ketika akan expedisi ke Cartenz...ketika musim pedidikan dasar Kopassus sayup-sayup terdengar lantunan kode morse..btw diBurang-rang juga ada curug lho..namanya curug Joni...jika pagi bisa melihat langsung ke arah situ lembang, daerah yang terkenal dengan tempat latihan survival terbaik se-Asia Tenggara (lupa tahun berapa) he3...jadi curhat..

    ReplyDelete
  11. @iwing: wooooww kakaaa... :o :matabelo

    ReplyDelete
  12. waaow
    mau dong diajakin kesana...
    dah lama bener ga menjajah gunung di jawa..

    ReplyDelete
  13. @Rawins: boleh-boleeeh... mariii Bang. :D

    ReplyDelete
  14. Ayu, ke burangrang enak lewat SPN atau lewat Komando?? apalagi buat pemula dan perempuan,

    ReplyDelete
  15. @alimind enaknya sih emang lewat Komando kang, tapi birokrasinya ribet kalau naik ke sana ada perempuannya. Jadi, lewat Legokhaji aja, jalan ke Legokhajinya dari SPN. :D

    ReplyDelete
  16. oke, makasih infonya.. tiap hari keliatan dari rumah, tapi belum pernah di daki itu burangrang, hehe

    ReplyDelete
  17. @alimind wah... coba naik lah kang. Ada yg bilang, salah satu cara mengenali 'rumah' adalah lewat 'halaman belakangnya'. Hehe.

    ReplyDelete