Tuesday, June 11, 2013

Tips: Mencari Tumpangan Gratis (Autostop)

Hitchhiking New Zealand, 2006
Kita memang suka berjalan. Banyak orang yang suka melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tentunya dengan berbagai media transportasi yang berbeda-beda. Tapi, adakah dari kita yang gemar melakukan perjalanan dengan biaya tidak terlalu membengkak? Tentunya ada. Contohnya, saya.

Tulisan kali ini saya dedikasikan untuk mereka yang gemar melakukan perjalanan tak begitu jauh, tapi bisa disebut perjalanan dekat juga sih, tentunya dengan biaya yang pas-pasan saja. Hehe. Nah, tulisan ini saya dedikasikan juga untuk teman-teman perjalanan saya, ketika saya masih senang melancong ke luar Jawa Barat, untuk menghadiri acara musik yang sama rasa sama rata. Karena waktu itu saya masih berkumpul dengan kawan-kawan grunge saya.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya? Salah satunya adalah melakukan perjalanan dengan metode hitchhiking, atau yang kita lebih kenal dengan istilah ngompreng.

Hitchhiking (also known as thumbing or hitching) is a means of transportation that is gained by asking people, usually strangers, for a ride in their automobile or other road vehicle. The latter may require many rides from different people. A ride is usually, but not always, free. If the hitchhiker wishes to indicate that they need a ride, they may simply make a physical gesture or display a written sign. In North America and the United Kingdom, the gesture involves extending the hitchhiker's arm toward the road and sticking the thumb of their outstretched hand upward with the hand closed. In other parts of the world, it is more common to use a gesture where the index finger is pointed at the road.
Itinerants have also used hitchhiking as a primary mode of travel for the better part of the last century, and continue to do so today.

Tapi, sebagian orang tentu tak begitu memperhatikan ini. Padahal, ini bisa jadi alternatif transportasi ketika sedang ingin menghemat biaya. Tapi, tak sembarangan juga kita memilih omprengan. Maka dari itu, saya akan memberikan beberapa tips singkat mengenai metodi hitchhiking atau yang lebih dikenal dengan istilah omprengan. 


Apa saja yang harus dilakukan ketika melakukan hitchhiking? Nah, silakan dilihat beberapa poin penting di bawah ini. 

  1. Usahakan ketika melakukan hitchhiking, perlengkapan yang kita pakai jangan terlalu mencolok. Karena, hal itu malah akan menimbulkan dampak yang buruk, seperti perampokan.
  2. Setelah kita memutuskan untuk menumpang pada kendaraan orang lain, usahakan tidak ribet. Contoh, bawa koper yang terlalu besar, atau bawa banyak barang. Usahakan minimalisir bawaan kita dan selalu gunakan ransel atau backpack serbaguna.
  3. Mulailah untuk menunggu kendaraan di tepi jalan. Jika memang yang akan menumpang itu banyak, usahakan jangan semua mencegat angkutan, satu atau dua orang saja yang mencegat, yang lainnya menunggu saja.
  4. Jangan takut-takut mencegat angkutan, misalnya truk besar. Cara mencegatnya adalah seperti yang teman-teman gembel ajarkan pada saya, langsung saja cegat dari depan sejak truk atau angkutan itu berjalan di kejauhan. Mereka juga pasti mengerti dan tidak mungkin menabrak kita yang mencegat.
  5. Ketika mencegat, perhatikan truk itu. Apakah membawa muatan yang rawan pecah? Apakah membawa muatan berbahaya? Jika iya, urungkan niat untuk menumpang, karena bisa mencelakakan kedua pihak.
  6. Setelah mendapat tumpangan, jangan lupa berbasa-basi pada supir dan pendampingnya (contoh: kondektur truk), ibaratnya kita ini sudah tertolong dengan tumpangannya.
  7. Kalau memang kendaraan itu tidak membawa kita ke tujuan, alias harus menghentikan tumpangan kita, turunlah dengan sopan dan jangan lupa berterima kasih.
  8. Naik dan turun dengan cepat, seperti yang sudah saya katakan tadi agar tidak ribet. Hehehe.
  9. Usahakan melakukan hitchhiking tidak sendirian, apalagi untuk perempuan.
  10. Yang paling penting, selalu berdoa dan selalu menjaga diri kalian juga teman-teman kalian, karena  yang paling berharga dari sebuah perjalanan adalah perjalanan pulang. Hehehehe.
Nah, bagaimana? Tertarik untuk melakukan hitchhiking ketika biaya perjalanan kurang memadai? Jangan takut-takut untuk bercengkrama dengan mereka yang membawa kendaraan besar ketika kita membutuhkan. Karena kita dan mereka adalah sama-sama pejalan atau perantau, interaksi akan selalu jadi hal yang menarik dalam perjalanan.

Hitchhiking ini pernah saya praktekkan di perjalanan Sukolilo - Pati via truk, perjalanan ke Wonderia Semarang dengan kereta barang, dan perjalanan menuju Gunung Padang.

Have a good trip, mates! ;)

[Ayu]


10 comments:

  1. thanks yuk tipsnya. Kalo2 nanti lagi pengen ngompreng hehe

    ReplyDelete
  2. @Budhy: selamat ngompreng deh :D

    ReplyDelete
  3. Tipsnya banyak banget mbak, makasih ya

    ReplyDelete
  4. @Hotel Murah kayaknya gak banyak2 amat deh, cuma beberapa poin. wkwkwkwk.

    ReplyDelete
  5. Duhh, gabisa nih klo perempuan sendirian_-

    ReplyDelete
  6. Duhh, gabisa nih klo perempuan sendirian_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Iya agak susah kalau perempuan coba autostop sendirian.

      Delete