Wednesday, October 9, 2013

Ingin Hidup Dengan 'Taste'? Mari Pakai Hammock!

Di era yang serba mikro ini, ternyata packing ketika naik gunung pun sudah beralih ke benda-benda mikro! Hahaha. Seperti yang sudah pernah saya tuliskan di pengantar tentang ultralight hiking, beberapa gears untuk naik gunung juga sudah mengalami evolusi, dari yang tadinya serba 'kulkas' menjadi serba minimalis. Salah satunya adalah shelter.

Sekarang, sedang marak penggunaan hammock atau yang lebih mudah disebut sebagai 'tempat tidur gantung'. Kalian tahu? Itu, tempat tidur yang biasa dipakai untuk membuat bayi tertidur, dengan mengayunkannya. Atau, yang lebih mudah dipahami, hammock ini biasanya ada di pantai, dengan bentuknya yang jaring-jaring, terikat di antara dua pohon dan biasa digunakan untuk bersantai. 

Nah, ternyata hammock ini sekarang juga sudah berevolusi, untuk digunakan di kegiatan outdoor yang lebih dari sekedar pantai, seperti gunung atau bahkan yang lebih ekstrim dari itu. Biasanya, mereka yang senang menggunakan prinsip ultralight, akan memakai hammock ini untuk tempat berlindung mereka, tentunya setelah dimodifikasi agar bisa bertahan dalam kondisi cuaca apapun.

Dan saya pun tertarik dengan benda satu ini, hammock. Bagaimana rasanya tidur di atas ayunan dalam ruang terbuka? Di hutan? Di rimba raya? Saya bergidik juga. Pasalnya, saya takut tiba-tiba terjadi hujan angin, atau badai yang benar-benar mengerikan. Semua pikiran negatif itu coba saya kesampingkan dan saya mulai berpikir untuk membawa hammock untuk sekedar bersantai di gunung nanti. Meskipun begitu, tetap saja saya harus ber-partner, supaya kalau saya rindu tidur di tenda, tendanya tetap ada yang membawakan. Gitu. :))

Nah, jadi kali ini saya tidak akan begitu banyak membahas teknis tentang pemakaian hammock di ruang terbuka seperti gunung dan semacamnya, tapi hanya akan memberi sedikit intermezzo saja. Mungkin, lain waktu akan saya beri penjelasan lebih tentang seni tidur-tiduran dalam hammock ini. :D

Adik saya bersantai dengan hammock
Lokasi: halaman belakang rumah nenek @Tegal, Jawa Tengah
Hammock Ultimate Outdoor Winter Series
Kiri: Om Maffers, Om Kitiw, Andre @Coban Rondo Malang, with Eno Singlenest Hammock
Kanan Atas: Andre & Om Bayu @Ranu Kumbolo, Semeru, Malang
Kanan Bawah: Andre @Pos 2 Wekas, Merbabu, with Ticket to The Moon Hammock
Pics source from Andre Hidayat
Om Bayu, Andre, Mamat Outdoor (yang lagi tiduran di Hammock)
Pics source from Allex Xorix (Mamat Outdoor)
Packing Hammock Eno
Rastaman Live Up! :D
gambar dari Andre

Jadi gimana? Tertarik untuk hammock-ing? :D

Salam!

15 comments:

  1. Itu serius pasang Hammock di kereta??? whaowwww..
    Anyway, kalo semalaman tidur di situ, punggung gak sakit mbak? kan melengkung gitu yahh :|

    ReplyDelete
  2. yang hammock warna kuning merah. merk apa itu mbak??

    ReplyDelete
  3. @armae justru gak sakit... tidurnya jangan lurus nanti 'mendoyot' ke bawah hammock-nya... posisi tidurnya miring. nanti dikasih tipsnya untuk pasang dan tidur di hammock. :D

    ReplyDelete
  4. @gurila405 kuning merah yang di depan Ranu Kumbolo? itu merek ENO. :D

    ReplyDelete
  5. Waw! Gue naksir yang Rasta tuh! *mupenk

    ReplyDelete
  6. mbak ayu kok aku berasa de javu yaa, kita pernah ketemu di twitter ya??,,apa di blog ini??
    haduh beneran lupa,,dan berasa de javu sama nama kmu mbak :p
    wah bikin sendiri bisa kali ya hammock nya :p

    salam dari EPICENTRUM
    mampir ya :))

    ReplyDelete
  7. @eksak mau beli gaaaaa? langsung ke situsnya ENO ajaaa. wkwkwkwk. :D

    ReplyDelete
  8. @Rizki Pradana bisa dooong bikin sendiri... tapi pilih2 bahannya, harus yang berkualitas biar awet... :D

    btw, mungkin aku yang datang ke mimpimuuu? wakakakakak.

    ReplyDelete
  9. waduuh serem amat,,kirain kita pernah saling mnyapa di lembutnya kabut ranu kumbolo dan kamu tiba2 berlari pergi #apacoba #mulaingaco
    pengeen punya hmmock nih buat di pasang di loteng biar bisa sambil main2 gitar :D

    ReplyDelete
  10. gleeegg..
    bikin kangen ngebolang lagi abis baca ini
    hehe
    *bentangin hammock di kamar

    ReplyDelete
  11. Konon katanya bisa dipadukan sama bivak biar aman dari hujan dan angin tapi saya belum pernah nyobain hammock ini.

    ReplyDelete
  12. @bocah petualang hammock pake flysheet kali yaaa... :)

    ReplyDelete